Atasi Masalah Hingga Ke Akarnya

Dinding merupakan salah satu elemen konstruksi yang wajib diperhatikan saat musim hujan tiba. Pasalnya, dinding merupakan elemen visual yang secara langsung tertangkap oleh pandangan mata. Sehingga, sekecil apa pun masalah dinding, sudah pasti akan terlihat dan mengganggu estetika ruang. Bahkan, tidak hanya merusak keindahan ruang, masalah pada dinding pun dapat mengancam kekokohan hunian Anda.

Baca juga “ Jual Genset Bali

Beberapa tanda dinding hunian dirundung masalah adalah muncul bercak cokelat, terdapat noda seperti “ompol” (basah), dinding bergelembung, retak rambut, dan timbulnya jamur pada permukaan dinding. Timbulnya masalahmasalah tersebut juga dibarengi oleh adanya bau tidak sedap dan ruangan terasa lembap saat dihuni. Bila Anda sudah melacak adanya tanda-tanda tersebut, segera lakukan perbaikan. Namun, sebelum mengatasinya, Anda harus mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu.

Telusuri Penyebabnya

Asep Suherland, Energy consultan reflecto distributor produk cat anti-panas dan antibocor— mengungkapkan penyebab masalah pada area dinding ditandai dengan adanya retakan pada dinding, baik itu retak konstruksi maupun retak rambut. Retak konstruksi pada dinding bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti force majeure (gempa bumi, pergerakan tanah di bawah akibat intensitas air hujan yang terusmenerus terjadi/banjir).

“Masalah retak konstruksi ini juga dapat disebabkan rumah dibangun di atas tanah yang kurang padat, penggunaan bahan material yang tidak berkualitas, atau tukang yang digunakan tidak memenuhi standar,” ucap Asep Suherland. Asep menambahkan, thermal shock kejutan suhu secara mendadak yang menimpa dinding—juga dapat menjadi pemicu terjadinya retak rambut dan konstruksi (pada dinding luar). Kasus thermal shock ini biasa terjadi saat kondisi cuaca panas lalu tiba-tiba dingin karena hujan deras.

Suhu panas pada dinding akan membuat besi beton mengalami pemuaian lalu mendorong plasteran dinding sehingga menyebabkan retak. Retak rambut ini akan membuat air dapat dengan mudah menyusup ke dalam dinding dan menimbulkan bercak ompol. Bila dinding sudah disusupi air, maka jamur akan mudah menyerang dan menyebabkan bau tidak sedap. Hari Setiawan, arsitek dari biro Cubicon Indonesia, mengungkapkan rembesan pada dinding disebabkan karena naiknya air tanah ke dinding atau air hujan yang terserap ke dalam dinding.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *