Profil Wanita Sukses, Matchima Sangwanna

FEMININ DAN ANGGUN. Itulah yang tampak dalam penampilan Matchima Sang – wanna. Siapa sangka di balik penampilan tersebut, gadis manis asal Thailand ini penuh minat mengelola 100 ha lahan tebu bersama sang kakak. Tidak seperti kebanyakan generasi muda yang lebih tertarik bekerja di kantor, Gift, sapaannya, mengaku senang bisa menjadi petani tebu melanjutkan usaha orang tua. Sebab, ungkapnya, hasil pertanian yang dikonsumsi setiap hari ternyata bisa menghasilkan uang. “Saya ikut bertani sejak kecil. Tapi, profesional menjadi petani sejak lulus sarjana sekitar dua tahun lalu,” timpal gadis yang kini bertitel Master lulusan Fakultas Pertanian itu. Menurut Gift, harga tebu berkisar US$28,125/ton. Kenaikan harga salah satu komoditas unggulan negeri gajah putih itu sangat lambat. “Tahun lalu harganya US$31/ton dan dua tahun lalu US$25/ton,” urai dia yang menyebut produksi tebunya mencapai 100 ton/ha. Sedangkan biaya produksi tebu cukup tinggi. “Biaya produksi minimum US$1.171/ha/musim dan maksimum US$1.464/ha/musim,” imbuhnya kepada AGRINA. Selain budidaya tebu, gadis kelahiran 21 tahun silam itu juga menanam padi tipe jasmine rice untuk konsumsi keluarga dan industrial rice untuk dijual. Sekitar 20% lahan digunakan untuk budidaya jasmine rice.